Senin, 20 Mei 2013
PENGEMBANGAN WAHANA / FORUM PSM BERPERAN DALAM BERBAGAI KEGIATAN
1. POSYANDU
A. Posyandu merupakan salah satu UKBM yang sudah sangat luas dikenal dimasyarakat dan setelah masuk dalam begian keseharian kehidupan sosial di pedesaan maupun perkotaan.
B. Tujuan
a. Mempecepat penurunan angka kematian ibu dan anak.
b. Peningkatan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR { infant mortality rate / angka kematian bayi ).
c. Mempercepat penerimaan NKKBS.
d. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan – kegiatan lain yang menunjang peningkatan kemampuan hidup sehat .
e. Pendekataan dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada penduduk berdasarkan letak geografis.
C. Sasran posyandu
a. Bayi berusia kurang dari 1 tahun.
b. Anak balita usia 1 – 5 tahun.
c. Ibu hamil.
d. Ibu menyusui.
e. Ibu nifas.
f. Wanita usia subur.
D. Kegiatan posyandu
a. 5 kegiatan posyandu ( panca krida posyandu )
Kesehatan ibu dan anak ( KIA )
Keluarga berencana ( KB)
Imunisasi
Peningkatan gizi
Penanggulangan diare.
b. 7 kegiatan posyandu ( sapta krida posyandu )
Kesehatan ibu dan anak ( KIA)
Keluarga berencana (KB)
Imunisasi
Peningkatan gizi.
Penanggulangan diare.
Sanitasi dasar
Penyedian obat essensial
Pembentukan posyandu
E. Pembentikan posyandu
a. Posyandu dibentuk dari pos – pos yang telah ada seperti pos penimbangan jumlah balita,pos imunisasi,pos keluarga berencana,pos kesehatan,pos lainnya yang bentuk baru.
b. Persyaratan posyandu
Penduduk RW tersebut paling sedikit terdapat 100 orang balita.
Terdiri dari 120 kepala keluarga.
Disesuaikan dengan kemampuan petugas ( bidan desa ).
Jarak antara kelompok rumah,jumlah KK dalam 1 tempat atau kelompok tidak terlalu jauh.
c. Alasan pendirian posyandu
1. Posyandu dapat memberikan pelayanan kesehatan khususnya dalam upaya pencegahan penyakit dan pertolongan pertama pada kecelakaan sekaligus dengan pelayanan KB.
2. Posyandu dari masyarakat untuk masyarakat dan oleh masyarakat sehingga menimbulkan rasa memiliki masyarakat terhadap upaya dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana.
F. Penyelenggara posyandu
a. pelaksana kegiatan adalah anggota masyarakat yang telah di latih menjadi kader kesehatan setempat di bawah bimbingan pukesmas.
b. Pengelola posyandu adalah pengurus yang dibentuk oleh ketua RW yang berasal dari kader PKK.
G. Lokasi / letak posyandu
a. Berada ditempat yang mudah didatangi oleh masyarakat.
b. Ditentukan oleh masyarakat itu sendiri.
c. Dapat merupakan lokal tersendiri.
H. Pelayanan posyandu
a. Pelayanan kesehatan yang di jalankan.
b. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil,ibu menyusui,dan pasangan usia subur.
I. Sistem informasi di posyandu ( sistem lima meja )
a. meja l
layanan maja 1 merupakan pelayanan pendaftaran,kader melakukan pendaftaran pada ibu dan balita yang datang ke posyandu.
b. Meja ll
Merupakan layanan penimbangan.
c. Meja lll
Kader melakukan pencatatan pada buku KIA setelah ibu dan balita mendaftar dan di timbang.
d. Meja lV
Diketahui berat badan anak yang naik atau yang tidak naik,ibu hamil dengan resiko tinggi,PUS,
e. Meja V
Pemberian tambahan pada bayi dan balita yang datang ke posyandu dilayani di meja V.
J. Prinsip dasar posyandu
a. Posyandu merupakan usaha masyarakat dimana terdapat panduan antara pelayanan profesional dengan nion profesional.
b. Adanya kerjasama lintas program yang baik.
c. Kelembangaan masyarakat.
d. Mempunyai sasaran penduduk yang sama.
K. Kategori posyandu
a. Posyandu pratama ( warna merah )dengan kriteria posyandu yang belum mantap.
b. Posyandu madya (warna kuning )dengan kriteria kegiatannya . 8 x / tahun .
c. Posyandu purnama ( warna hijau)
d. Posyandu mandiri ( warna biru )
L. Indikator posyandu
a. Frekuensi penimbangna pertahun
b. Rata – rata jumlah kader tugas pada hari ‘’H’’posyandu.
c. Cakupan D /S.
2. POLINDES
A. polindes Merupakan salah satu bentuk UKBM ( usaha kesehatan bagi masyarakat ) yang didirikan masyarakat oleh masyarakat atas dasar musyawarah,sebagai kelengkapan dari pembangunan masyarakat desa,untuk memberikan pelayanan KIA-KB serta pelayanan kesehatan lainnya sesuai dengan kemampuan bidan.
B. tujuan polindes
Meningkatnya jangkauan damn mutu layanan KIA-KB termasuk pertolongan dan penanganan pada kasus gagal.
Meningkatnya pembinaan dukun bayi dan kader kesehatan
Meningkatnya kesempatan untuk memberikan penyuluhan dan konseling.
C.fungsi polindes
Sebagai tempat pelayanan KIA – KB
Sebagai tempat untuk melakukan kegiatan pembinaan,penyuluhan dan konseling KIA.
Pusat kegiatan pemberdayaaan masyarakat.
D. kegiatan –kegiatan polindes
Memeriksa kehamilan dan mendeteksi dini resiko tinggi kehamilan.
Menolong persalinan normal dan persallinan dengan resiko sedang
Memberikan pelayanan kesehatan ibu nifas dan menyusui.
Memberikan pelayanan KB.
Merujuk kelainan ke fasilitas kesehatan yang lebih mampu.
E. indikator polindes
Fisik
Tempat tinggi bidan di desa.
Pengelolan polindes
Cakupan persalinan
Sarana air bersih
Kemitraan bidan dan dukun bayi
Dana sehat
Kegiatan KIE untuk kelompok sasaran
F. kategori tingkat perkembangan polindes
A. pratama
B. madya
C. purnama
D.mandiri
G. prinsip – prinsip polindes
a. bentuk UKBM di bidang KIA-KB.
b. polindes dapat dirintis didesa yang telah mempunyai bidan yang
tinggal didesa.
c.memiliki tingkat peran serta masyarakat yang tinggi,berupa penyediaan tempat untuk pelayanan KIA,
d. dalam pembangunan fisik polindes dapat berupa ruang / kamar yang memenuhi persyaratan sehat.
e. menjalin kemitraan dengan dukun bayi.
H. unsur – unsur polindes
a. adanya bidan di desa.
b. adanya partisipasi masyarakat.
c.bangunan atau ruang pelayanan KIA-KB dan pengobatan sederhana.
3. KB-KIA
A. KB-KIA merupakan kegiatan kelompok belajar kesehatan ibu dan anak yang anggotanya meliputi ibu hamil dan menyusui.
B. tujuan
Agar ibu hamil dan menyusui tahu cara yang baik untuk menjaga kesehatan sendiri dan anaknya
Memberikan pengatahuan kepada ibu tentang hygiene perorangan pentingnya menjaga kesehatan ibu demi kepentingan janin.
C. kebijakan
Kegiatan harus disesuaikan dengan kesehatan ibu dan masalah yang ada.
Pelaksananya dilakukan setiap minggu dengan materi dasar yang harus di review terus.
Metode yang digunakan adalah demonstrasi dengan materi dan pembicara berganti –ganti.
Tenaga pelatih dan pengajar adalah orang yang ahli di bidangnya.
Lamanya pelatihan tiap hari tidal lebih dari 1 jam
Beri teori 20 menit,selebihnya adalah demonstrasi
D. Materi kegiatan
1. Pemeliharaan diri waktu hamil
2. Makanan ibu dan bayi
3. Pencegahan infeksi dengan imunisasi
4. Keluarga berencana
5. Perawatan payudara dan hygiene perorangan
6. Rencana persalinan
7. Tanda – tanda bahaya.
E. Kegiatan dilakukan
1. Pakaian dan perawatan bayi
2. Contoh makanan sehat untuk ibu hamil dan menyusui.
3. Makanan bayi
4. Perawatan payudara sebelum dan sesudah persalinan.
5. Peralatan yang diperlukan ibu hamil dan menyusui.
6. Cara memandikan bayi.
7. Demonstrasi tentang alat kontrasepsi.
F. Pelaksana
a) Pelaksana utama : dokter pukesmas dan pengelola KIA,kader,bidan
b) Pelaksana pendukung meliputi : camat,kades,pengurus LKMD,tokoh masyarakat.
c) Pelaksana pembina meliputi sub din KIA propinsi,tim pengelola KIA kabupaten.
G. Faktor penentu keberhasilan
a) Faktor manusia.
b) Faktor sarana ( tempat )
c) Faktor prasarana ( fasilitas )
4. DASA WISMA
A. dasa wisma adalah kelompok ibu berasal dari 10 rumah yang bertetangga,kegiatannya diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga.bentuk kegiatyannya seperti arisan,pembuatan jamban,sumur.
5. TABULIN
A. tabulin adalah tabungan sosial yang dilakukan oleh calon pengantin,ibu hamil dan ibu yang akan hamil maupun oleh masyarakat untuk biaya pemeriksaan dan persalinan serta pemeliharaan kesehatan selama nifas.
b. tujuan
Meningkatnya pemahaman,pengetahuan,pengelola dan masyarakat tentang tabulan.
Meningkatkan kemampuan para pengelola dan masyarakat dalam mengenali masalah potensi yang ada.
Meningkatnya kesadaran,kepedulian pengelola dan masyarakat dalam penggerakkan ibu hamil untuk ANC,PNC.
6. DONOR DARAH BERJALAN
A. donor darah berjalan adalah salah satu strategi yang dilakukan departemen kesehatan dalam hal ini direktorat bina kesehatan ibu melalui program pemberdayaan perempuan,keluarga dan masyarakat,dalam upaya mempercepat penurunan AKI.
B. adapun donor darah dapat dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu :
• Fasilitasi warga untuk menyepakati pentingnya mengetahui golongan darah .
• Jika warga belum mengetahui golongan darah maka perlu dilakukan pemeriksaan darah
• Hubungi pihak pukesmas untuk menyelenggarakan pemeriksaan darah.
• Buatlah daftar golongan darah ibu hamil dan perkiraan waktu lahirkumpulkan nama warga yang mempunyai golongan darah yang sama.
• Usahakan semua ibu hamil memiliki daftar calon dono darah yang sesuai dengan golongan darahnya.
• Buatlah kesepakatan dengan para calon donor darah untuk siap 24 jam.
7. AMBULAN DESA
A. ambulan desa adalah salah satu bentuk semangat gotong royong dan saling peduli sesama warga desa sistem rujukan di desa ke unit rujukan kesehatan yang berbentuk transportasi.
B. tujuan
• Mempercepat penurunan AKI karena hamil,nifas dan melahirkan.
• Mempercepat pelayanan kegawat daruratan masalah kesehatan,berencana serta kesiapsiagaan mengatasi masalh kesehatan yang terjadi atau mungkin terjadi.
C. Sasaran
Pihak – pihak yang berpengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga yang dapat menciptakan iklim yang kondensif terhadap perubahan perilaku tersebut.
D. Kriteria
a) Kendaraan yang bermesin yang sesuai standar ( mobil sehat )
b) Mobil pribadi,perusahaan,pemerintah pengusaha.
c) Online ( siap pakai ).
E. Indikator proses pembentukan ambulan desa
a) Ada forum kesehatan kesehatan desa yang aktif
b) Gerakan bersama atau gotong royong oleh masyarakat dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah kesehatan,bencana serta kegawat daruratan kesehatan dengan pengendalian faktor resikonya.
c) UKBM berkualitas.
d) Pengamatan dan pemantauan masalah kesehatan.
e) Penurunan kasus masalahkesehatan ,bencana atau kegawatdaruratan kesehatan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar